Rico Waas Tegaskan Pembangunan 31 Puskesmas Harus Diikuti Peningkatan Pelayanan Kesehatan

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembangunan dan revitalisasi 31 Puskesmas di Kota Medan tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat meninjau tiga Puskesmas di Kota Medan dalam proses pengerjaan, yakni UPT Puskesmas Tuntungan, UPT Puskesmas Glugur Darat dan UPT Puskesmas Rengas Pulau, Kamis (24/9/2026).

Rico mengatakan, Pemko Medan terus melakukan pembenahan sektor kesehatan, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pelayanan. Menurutnya, Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan karena menjadi fasilitas yang paling dekat dan langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Kami ingin memperbaiki wajah dunia kesehatan yang ada di Kota Medan, mulai dari fasilitasnya maupun pelayanannya. Puskesmas sebagai ujung tombak yang bertemu langsung dengan masyarakat harus mampu memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik,” tegas Rico.

Ia menjelaskan, Pemko Medan saat ini melakukan pembangunan, renovasi dan revitalisasi terhadap 31 Puskesmas. Dari jumlah tersebut, tiga Puskesmas dibangun baru, sementara 28 lainnya mendapat renovasi besar.

“28 unit yang dibangun besar atau direnovasi, dan tiga unit direvitalisasi,” jelasnya.

Rico menegaskan, pembenahan fasilitas kesehatan tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan dan kepercayaan masyarakat. Ia ingin masyarakat tidak lagi ragu ketika mendapatkan pelayanan di Puskesmas.

“Kalau masyarakat datang ke Puskesmas, mereka harus merasa nyaman, merasa dekat dan tidak ragu. Puskesmas harus menjadi fasilitas kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat,” katanya.

Untuk tiga Puskesmas yang dibangun baru, Rico menyebut bangunan memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Selain fasilitas pelayanan kesehatan, beberapa Puskesmas tersebut juga dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam.

“Keberadaan IGD 24 jam, diharapkan memberikan alternatif pelayanan bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat, sehingga dapat ditentukan apakah pasien cukup mendapatkan penanganan di Puskesmas atau harus dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Namun, Rico mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas fisik tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik.

“Jangan nanti sudah dibangun, tetapi pelayanannya tidak bagus. Sayang sekali. Karena itu, kami juga sedang merancang agar pelayanan ke depan jauh lebih baik, seiring dengan fasilitas yang semakin baik,” ungkapnya.

Selain fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan juga menjadi perhatian Pemko Medan. Rico mengatakan kualitas tenaga kesehatan, kemampuan memberikan pelayanan, serta cara berkomunikasi dan melayani masyarakat harus terus ditingkatkan.

Ia juga meminta agar kekurangan tenaga kesehatan maupun persoalan pelayanan tidak harus menunggu seluruh pembangunan Puskesmas selesai untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada tenaga medis atau pelayanan yang kurang dalam melayani masyarakat, laporkan dan segera kita benahi. Tidak harus menunggu bangunannya selesai. Yang terpenting, ketika bangunan dan fasilitasnya sudah selesai, pelayanannya juga harus jauh semakin baik,” tegasnya.

Rico menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan dan renovasi Puskesmas tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026, dengan target penyelesaian paling lambat pada pekan ketiga Desember.

Ia berharap pembenahan secara menyeluruh tersebut mampu memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas di Kota Medan.

“Yang kita inginkan adalah fasilitasnya baik dan pelayanannya juga baik. Keduanya harus berjalan bersama untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di Kota Medan semakin baik,” pungkasnya.(**)

Baca berita terkini di klikmedan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *